Kalimat Sederhananya, Aku Menunggu Keputusanmu

banner iklan blog
Kalimat Sederhananya, Aku Menunggu Keputusanmu
Ketika usia beranjak dewasa, pertanyaan kapan menikah menjadi santapan telinga yang tak bisa terhindarkan. Disaat yang bersamaan juga terselip pertanyaan tentang siapa pacar sekarang. Dua pertanyaan didalam satu paket yang membuat hati gelisah setiap kali mendengarnya. Terlebih lagi saat kamu memutuskan untuk tidak pacaran entah dengan alasan apapun itu tentu sangat sulit untuk memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. Logika sederhananya, jika tidak memiliki pacar lantas bagaimana kamu bisa menentukan kapan dan dengan siapa kamu akan menikah. Tapi, apakah sesederhana itu masalah pernikahan ? meski bukan zaman siti nurbaya tentu hal yang berhubungan dengan yang namanya pernikahan tidaklah sesederhana itu.

Menentukan Pasangan Yang Tepat
Sebuah pernikahan jelas bukanlah ajang untuk pilih memilih siapa yang akan menjadi pasangan kamu, layaknya soal yang kamu jawab disaat ujian. Orang tua kamu mungkin bisa menyodorkan banyak calon untuk kamu pilih sebagai pasangan, tapi tidaklah semudah itu karena ini bersangkutan dengan masa depan kamu yang sudah jelas bukan untuk dijalani sesaat. Berhubung kamu yang akan menjalaninya kelak, sudah seharusnya lah kamu yang menentukan siap pasangan yang tepat untuk kamu sendiri dengan kriteria yang kamu harapkan tentunya. Entah itu dari segi agama, akhlak, budi pekerti, rasa sosial, harta, tahta, ataupun rupa. Meski tidak ada manusia yang sempurna, kamu tentu bisa menentukan siapa yang kamu harapkan untuk mengisi hari-harimu hingga ajal menjemput.
Bagi sebagian orang ada yang bisa dengan cepat menentukan siapa pasangan yang tepat untuknya, dan sebagian lainnya membutuhkan waktu yang lama untuk menentukannya. Lama tidaknya waktu yang dibutuhkan tidak berarti kamu terlalu memilih atau berharap kesempurnaan terhadap pasangan kamu, tapi tentu ada alasan tersendiri kenapa harus membutuhkan waktu untuk menentukan siapa yang ingin kamu jadikan pasangan untuk berumah tangga. Semua hanya masalah waktu, pada waktu yang tepat yakinlah bakal ada petunjuk yang membuat kamu memutuskan bahwa dia adalah orang yang tepat. Pada umumnya orang yang kamu harapkan menjadi pasangan kamu tersebut adalah orang yang berada di lingkungan kamu sendiri, entah itu lingkungan tempat kerja ataupun di daerah tempat tinggal sendiri.

Sampaikan Kepada Orang Tua
Setelah kamu menemukan siapa yang tepat untukmu, langkah selanjutnya tentu membicarakan hal tersebut kepada orang tua kamu. Tidak perlu langsung ke pokok permasalahan, kamu bisa membuka pembicaraan mengenai bagaimana dia, jika dia adalah rekan kerja tidak ada salahnya kamu menceritakan bagaimana dia sewaktu di tempat kerja, prestasi kerjanya, dan hal lainnya yang tentunya memberikan kesan positif dimata orang tua kamu. Jika si dia adalah orang yang berdomisili di lingkungan tempat tinggal kamu, tidak ada salahnya jika kamu memulai menanyakan bagaimana dia kepada orang tua kamu. Karena tinggal di satu lingkungan, sedikit banyak tentu orang tua kamu juga mengetahui tentang si dia. Jika kesan positif lebih dominan dibandingkan dengan kesan negatif dari orang tua kamu, perlahan-lahan arahkan obrolan menuju tujuan awal kamu.
Setiap orang tua tentu mengingikan pasangan terbaik untuk anaknya. Jika kamu membicarakan tentang dia bersama orang tua kamu, secara tidak langsung orang tua kamu tentu bisa menangkap apa tujuan tadi pembicaraan tersebut. Meski tidak semua orang tua bisa mengambil kesimpulan bahwa kamu ingin orang tua kamu melamar si dia dari pembicaraan tersebut (karena terkadang sebagian orang tua berkesimpulan obrolan tersebut hanya terbatas pada rasa kagum), tidak ada salahnya jika kamu mengatakan terus terang keinginan kamu tersebut kepada mereka. Setelah mengatakan keinginan kamu tersebut, perhatikanlah raut wajah mereka, akan terpancar aura kegembiraan dari wajah mereka karena anaknya telah memiliki niat mulia didalam hatinya.
Lamaran Tanpa Pemberitahuan
Berhubung kamu memutuskan untuk tidak berpacaran, terkadang kamu tidak mengetahui bahwa orang tua kamu telah melangkah untuk melakukan lamaran kepada keluarga si dia. Lain halnya jika kamu berpacaran yang otomatis acara lamaran pasti kamu ketahui. Jadi, kamu tidak perlu kaget jika beberapa waktu kemudian saat kalian berkumpul dan mengobrol bersama, ayah dan ibumu mengatakan bahwa mereka telah melakukan lamaran terhadap si dia yang pernah kalian bahas beberapa hari yang lalu. Tidak perlu memberikan respon yang berlebihan meski kamu gembira mendengar kabar tersebut, kegembiraan tersebut simpan saja dahulu didalam hati. Kamu harus tetap tenang dan jangan menanyakan hal yang aneh-aneh atau memberikan komentar kenapa tidak memberitahu kamu terlebih dahulu sebelum melamar. Orang tua kamu tentu memiliki alasan tersendiri kenapa tidak memberitahu kamu terlebih dahulu sebelum melamar si dia. Tanyakan saja pertanyaan yang umum ditanyakan dalam keadaan seperti ini, terus bagaimana jawaban dia ? sangat sulit untuk berharap kalau si dia langsung memberikan jawaban pada saat itu juga, pada umumnya pasti membutuhkan waktu beberapa saat untuk memberikan jawabannya.
Menanti Akhir Dari Sebuah Penantian
Masa-masa ini adalah saat dimana tidurmu tidak terlelap dan aktifitas kamu tidak berjalan seperti biasa, karena yang terbayang di pikiran kamu adalah jawaban iya dari si Dia. Duduk manis berdua di pelamin, menjadi raja dan ratu sehari, serta bayangan membina rumah tangga bersama si dia yang telah kamu yakini sebagai orang yang tepat untukmu. Stop !! jangan memaksakan diri untuk berkhayal ke arah sana. Selama masa penantian ini, persiapkanlah dirimu untuk semua kemungkinan yang akan terjadi. Bersikaplah seperti biasanya, jalanilah kehidupan seperti sebelumnya, terutama sekali perbaikilah dirimu dalam segala hal. Meski kita tahu bahwa tidak ada yang instan di dunia ini, tapi jika kamu telah memulai setidaknya kamu telah memulai lebih awal menuju arah yang baik.
Sebagai orang yang beragama, sudah seharusnya kamu juga berdoa kepada tuhan agar diberikan keputusan terbaik. Keputusan bukan keinginan, kalau keinginan sudah pasti kamu ingin si Dia memberikan jawaban iya. Tapi, berserah dirilah kepada tuhan karena dialah yang akan memberikan keputusan terbaik untukmu dan juga si dia tentunya. Sebelum ini mungkin kamu juga telah berdoa dengan doa yang sama selama menentukan siapa yang terbaik untukmu, jadi sekarang ini ibaratkanlah bahwa ini adalah penentuan apakah memang si dia yang terbaik untukmu atau tidak.
Jangan hanya berpikir tentang akhir yang indah disaat penantian ini, ibarat pepatah tua mengatakan 
“yang baik itu sudah menunggu, persiapkan juga ketika hal buruk terjadi”
Jadi, selama penantian ini persiapkan juga dirimu untuk hal yang tidak diinginkan. Hal ini perlu kamu lakukan jika seandainya kenyataan tidak seindah harapan, karena jika tidak kamu akan merasakan kekecewaan yang mendalam saat mendapati terjadinya hal yang tidak kamu inginkan. Tapi, kalau kamu telah membersiapkan diri terhadap semua kemungkinan yang terjadi dan yakin bahwa semua keputusan yang dia ambil adalah takdir tuhan maka kamu akan meraskan :
-Kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan ketika si dia menerima pinangan kamu untuk membina rumah tangga bersama
Atau
-Keiklasan dan menerima dengan lapang dada saat si dia menolak pinganan kamu, karena kamu yakin itu adalah keputusan terbaik untuk kamu maupun dia.

Menanti akhir dari sebuah penantian itu memang butuh perjuangan yang tidak ringan. Apalagi berhubungan dengan masa depan yang namanya pernikahan. Di dalam hati mungkin kamu bisa berkata
Kalimat Sederhananya, Aku Menunggu Keputusanmu

banner iklan blog
Labels: Cerpen

Terima kasih telah membaca artikel Kalimat Sederhananya, Aku Menunggu Keputusanmu. Semoga bermanfaat

0 Comment for "Kalimat Sederhananya, Aku Menunggu Keputusanmu"

Terimakasih telah mengunjungi Blog Nuzil.
Semoga informasi yang ada di blog ini bermanfaat.

Back To Top