Blog Nuzil

Blog Nuzil
Laporan Total Station Bab I

Laporan Total Station Bab I

BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Pada era pembangunan dewasa ini ketersediaan peta menjadi sesuatu hal yang tak dapat ditinggalkan, terlebih-lebih untuk pembangunan fisik. Sebagaimana kemajuan di bidang ilmu dan teknologi yang demikian pesat, wahana atau teknik pemetaan pun sudah sedemikian berkembang, baik dalam hal teknik pengumpulan datanya maupun proses pengolahannya dan penyajiannya baik secara spesial maupun sistem informasi kebumian lainnya. Cakupan wilayah kajiannya pun menjadi tidak terbatas, demikian pula wilayah kerjanya.
Proyeksi peta merupakan suatu sistem yang memberikan hubungan antara posisi titik-titik di permukaan bumi dan di atas peta. Permukaan bumi fisis yang tidak teratur mengakibatkan hubungan matematis antara posisi di permukaan bumi dan posisi di atas peta sulit ditentukan. Oleh karena itu diambil pendekatan permukaan bumi fasis yang mudah diurai secara matematis dan mendekati bentuk bumi yang sebenarnya, yaitu bentuk elipsoid dengan ukuran-ukuran yang tertentu. Bentuk ini pun ternyata masih agak sulit diurai secara matematis, sehingga diambil pendekatan kedua yang lebih simpel yaitu bentuk bola, dengan jari-jari 6370.283 km.
Namun dengan bantuan komputer, perhitungan-perhitungan yang pada awalnya dirasa sulit sekarang sudah tidak menjadi masalah lagi, sehingga perhitungan dapat langsung dilakukan dari bidang elipsoid ke bidang proyeksi.
Posisi titik pada permukaan bumi yang berupa bidang lengkung biasanya dinyatakan dengan lintang dan bujur, sedangkan posisi titik pada peta yang berupa bidang datar dinyatakan dengan koordinat kartesian (x,y), karena sulit untuk mendatarkan bidang lengkung tanpa adanya perubahan-perubahan atau distorsi, baik distorsi luas, jarak, bentuk, maupun arahnya. Bidang proyeksi yang biasa didatarkan antara lain bidang datar itu sendiri, kerucut dan bidang silinder. Sistem proyeksi yang menggunakan bidang datar sebagai proyeksi dinamakan proyeksi azimuital, yang menggunakan bidang kerucut dinamakan proyeksio konik, dan yang menggunakan bidang silinder dinamakan proyeksi merkator.
Pengukuran adalah pengamatan terhadap suatu besaran yang dilakukan dengan menggunakan peralatan dalam suatu lokasi dengan beberapa keterbatasan yang tertentu. Pengukuran-pengukuran yang dilakukan tidak lepas dari keasalahan-kesalahan pengamatan. Kesalahan dalam pengamatan dapat digulongkan menajdi tiga jenis, yaitu :
• Kesalahan kasar (mistake / blunders)
• Kesalahan sistematik (systematic error)
• Kesalahan random / tidak terduga (occidental erro)
Sumber kesalahan pengukuran antara lain :
• Dari si pengukur (personal error)
• Dari alat ukur yang digunakan
• Dari alam

Ketiga jenis kesalahan dalam pengukuran di atas dan cara-cara pemecahannya sebagai berikut :
A. Kesalahan Kasar
Kesalahan ini terjadi karena kurang hati-hati, kurang pengalaman, atau kurang perhatian. Dalam pengukuran, jenis kesalahan ini tidak boleh dilakukan. Apabila diketahui ada kesalahan kasar maka dianjurkan untuk mengulang seluruh atau sebagian pengukuran tersebut. Untuk menghindari terjadinya jenis kesalahan ini antara lain dapat dilakukan pengukuran lebih dari satu kali, atau pengukuran dengan model dan teknik tertentu.

B. Kesalahan Sistematik
Umumnya kesalahan sistematik disebabkan oleh alat-alat ukur itu sendiri, kelasahan ini juga dapat terjadi karena cara-cara pengukuran yang tidak benar. Jadi, sifat kesalahan ini jelas dan akibat kesalahan ini dapat dihilangkan antara lain dengan cara :
• Sebelum digunakan untuk pengukuran, alat harus dikalibrasi terlebih dahulu
• Dengan cara-cara pengukuran tertentu, misalnya dengan pengamatan biasa dan luar biasa dan hasilnya dirata-rata
• Dengan memberikan koreksi pada data ukuran yang didapat
• Koreksi pada pengolahan data

C. Kesalahan Random
Kesalahan random terjadi karena hal-hal yang tak terduga sebelumnya, seperti adanya getaran udara atau undulasi, kondisi tanah tempat berdiri alat ukur yang tidak stabil, pengaruh kecepatan angin, atau kondisi anmosfer, dan kondisi psikis pengamat. Kesalahan ini baru terlihat pabila suatu besaran diukur berulang-ulang dan hgasilnya tidak selalu sama antara satu ukuran dengan ukuran yuang lain dan dalam jumlah yang besar distribusi dari nilai-nilai tersebut akan mengikuti kurva normal dari Gauss.
Untuk menghilangkan pengaruh jenis kesalahan ini, dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain :
• Pengaruh kesalahan ini dibuat sekecil muingkin dengan penyempurnaan alat ukur yang digunakan
• Dengan aturan teretentu dalam proses pengambilan data, misal pengambilan data pagi jam 07 s/d 11, sore jam 14 s/d 17, dan alat ukur dipayungi
• Dengan metode pengolahan data tertentu.

2. Tujuan
Tujuan dari survey dan pemetaan ini adalah untuk pengembangan dan pemanfaatan Lahan Basah (Wet Land)

3. Waktu Dan Lokasi
Kegiatan ini dilaksanakan dari tangga xx Oktober sampai dengan xx Oktober 2016 yang berlokasi di Rawa Arah Seratus

4. Prinsip Dasar Pengukuran
Untuk menghindari kesalahan – kesalahan yang mungkin terjadi, maka tugas mengukur harus didasarkan pada prinsip pengukuran yaitu:
a. perlu adanya pengecekan yang terpisah 
b. tidak adanya kesalahan – kesalahan dalam pengukuran.

Cara Berhenti Merokok

Cara Berhenti Merokok

Rokok, siapa sih yang gak tau dengan benda kecil yang satu ini. Mulai dari anak kecil yang duduk di bangku sekolah dasar hingga para penjabat negara tentu tau dan (mungkin) terdaftar sebagai konsumen setia rokok. Bukan pemandangan yang aneh pastinya jikalau kita melihat anak-anak ingusan dengan seragam putih-merahnya yang lagi santai menghisap rokok. Karena, ya, rokok sangat mudah didapatkan oleh anak-anak se-umuran mereka. You can belived it or not, rokok adalah barang yang paling banyak dijual disekitar lingkungan sekolah !.
Kita semua sudah pasti tau tentang bahaya rokok itu sendiri, dan sebagai mantan perokok, saya juga menyadari bahwa rokok itu hanya memberikan dampak negatif tanpa adanya dampak positif. Entah itu bagi diri pribadi maupun lingkungan. Merokok bisa menghilangkan stres ? bullshit!! Lo bakalan makin stres jika lo ngerokok dan tubuh lo bakalan tambah drop jika stres dan rokok lu satuin. Gak percaya ? Silahkan coba sendiri, dan jangan salahkan saya tidak memperingatkannya kalau itu menjadi kenyataan.
Salah satu faktor penyebab munculnya generasi baru perokok tidak lain dan tidak bukan adalah karena iklan rokok itu sendiri, terlebih lagi iklan di televisi.  Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus mengakui satu hal bahwa iklan rokok di televisi adalah iklan yang paling kreatif dan dengan tagline yang paling “menggoda”. Tagline yang menggoda dipadukan dengan seting iklan yang menarik dan paduan kata-kata nan eksotis tentu sangat menarik minat bagi para perokok generasi baru terlebih lagi bagi mereka-mereka yang tengah mencari jati diri atau biasa disebut anak baru gede.
Merokok itu keren, cowok perokok itu disukai cewek-cewek, cowok kalau gak ngerokok itu ban*i, hanyalah sebagian kecil contoh kalimat yang membuat para ABG ini tertarik untuk merokok. Come on man, open your mind. Lu gak bakalan keren kalau ngerokok, lu bakalan keren kalau lu berprestasi dan kalau lu ngerokok lu gak bakalan bisa mendapatkan prestasi apa-apa karena otak lu udah di hancurin sama yang namanya nikotin. Lu mau disukai cewek-cewek ? gampang, lu tekuni aja bidang olahraga atau musik, apalagi sampai lu punya prestasi di bidang ini, dijamin bakalan banyak cewek-cewek yang bakalan suka sama lo. Faktanya dari 10 cewek, sembilan diantaranya tidak suka bahkan membenci cowok yang perokok. Nah loh, gimana mau disukai banyak cewek kalau mereka aja gak suka ? something wrong ?
Khusus pada bagian ini, sebelumnya saya mohon maaf jikalau ada pihak atau/dan kelompok tertentu yang merasa dirugikan/dilecehkan/direndahkan dengan pembahasan berikut. Hmm…tentu kita sering mendengar kalimat kalau cowok tidak merokok itu seperti ban*i, tapi silahkan renungkan kembali apakah kalimat tersebut benar adanya atau hanya sebuah pembohongan belaka. Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan ganguan janin, ini adalah peringatan tentang bahaya dari merokok yang dipasang di setiap bungkusan rokok. Dari peringatan yang diberikan dijelaskan bahwa dengan merokok kita telah membahayakan diri sendiri untuk saat ini dan juga masa depan. Jadi, apakah kalau cowok tidak merokok itu seperti ban*i ? 100 persen salah, justru cowok-cowok perokok itu lah yang layak untuk dipertanyakan siapa mereka sebenarnya.
Selain memberikan kerugian bagi si perokok itu sendiri, aktivitas merokok juga memberikan dampak terhadap lingkungan sekitar dimana si perokok tersebut menghisap rokoknya. Anehnya, sebagian besar dari mereka seolah tidak peduli dan tidak mau tau dengan kerugian yang dialami oleh orang lain akibat dari aktivitas mereka tersebut. Contoh kecil dan yang paling nyata adalah saat seorang ayah dengan santainya merokok sambil menggendong anaknya yang belum genap berusia satu tahun. Si ayah tidak peduli dengan bahaya rokok yang ia hisap terhadap kesehatan anaknya. Kepedulian terhadap anaknya sendiri gak ada gimana mau peduli dengan orang lain, begitu kan logika sederhananya ? Meski tidak semuanya demikian, tapi sebagian besar itulah yang terjadi di tengah masyarakat. Meskipun dengan kebijakan terbaru dari pemerintah yang memberikan peringatan tentang bahaya merokok didekat anak kecil tidak begitu berpengaruh terhadap kebiasaan yang telah lama dijalani.
Setelah membahas tentang efek negatif dari rokok atau merokok, langkah selanjutnya tentu lu harus bisa mengubah kebiasaan buruk tersebut. Tidak sekadar mengubah, kalau bisa lu harus menghentikan kebiasan merokok tersebut dan menggantinya dengan kebiasaan-kebiasaan lainnya yang jauh lebih bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun lingkungan. Muncul pertanyaan mungkin dari pikiran lu, apa mungkin untuk berhenti merokok karena tidak sedikit mereka yang mencoba untuk berhenti akhirnya menyerah dan tetap menikmati hisapan rokoknya. Berhenti merokok itu bisa dan begitu nikmatnya hidup tanpa rokok.
Contohnya gue, seorang perokok berat yang akhirnya bisa berhenti total dan menjauhi yang namanya rokok. Gue bukan sehari dua hari, sebulan dua bulan, lamanya gue bersahabat dengan gulungan putih berisi tembakau ini, tapi enam tahun !. Selama enam tahun itu, keseharian gue selalu ditemani oleh benda “kurang ajar” (sadar setelah gue berhenti)  ini baik pagi maupun malam dan mungkin hanya diwaktu tidurlah gue gak menyicipi asap tembakau hasil pembakaran sia-sia. Berat badan turun, wajah kusam, jam tidur berantakan, makan kurang (karena duit dialirin buat beli rokok), dan fisik serta stamina menurun. Itu hanyalah segelintir efek yang gue rasain saat hidup gue dikendalikan oleh rokok tanpa pernah mencoba untuk keluar dari kendalinya.
Jika lo masih mendengar seseorang yang mengatakan bahwa untuk berhenti merokok itu mustahil, lo harus ingat satu hal ini : yang mengatakan hal tersebut tidak benar-benar berniat untuk berhenti merokok. Gue berani mengatakan seperti itu karena gue udah ngebuktiin sendiri bahwa berhenti merokok itu bisa. Tidak ada penelitian yang dilakukan, tidak ada saran dokter yang diikuti, tidak ada terapi yang dijalani. Untuk mengubah yang mustahil menjadi nyata, jangan hiraukan mereka tapi fokus pada diri sendiri. Tekat yang kuat dan yakinkan kepada diri sendiri bahwa mulai dari sekarang aku akan berhenti merokok adalah cara terbaik untuk berhenti merokok.
Berhubung gue bisa berhenti merokok, tentu lo bakalan minta tips berhenti merokok dari gue kan ? Sebelum lo kepikiran gitu, gue juga udah berpikir seperti itu saat menulis artikel ini. Tapi yang menjadi pertanyaan gue adalah apakah cara dan langkah-langkah berhenti merokok gue itu cocok dan bisa diterapkan kepada  lo atau gak. Ya mau gimana lagi, dipikir-pikir gak ada salahnya juga sih gue berbagi pengalaman buat lo. Lagian kan lo mampir kesini karena udah bosan mencari artikel yang membahas tentang cara berhenti merokok, cara cepat menghentikan kebiasaan menghisap rokok, atau mungkin malah nyari obat buat berhenti secepatnya. Dimana semua artikel yang lo temui itu hanyalah artikel copy paste dari satu sumber yang dibahas secara medis dan hanya menyebabkan kepala menjadi pusing. Akibatnya ya tentu mood lo buat mengakhiri hubungan dengan gulungan putih ini menjadi semakin menipis. Oleh karena itu, sebelum niat dan semangat lo semakin menipis lagi karena kepanjangan baca ocehan gue, gue bakalan bagi-bagi rezeki buat lo tentang cara instan berhenti merokok versi  Shinichi Aquilla :

1. Bulatkan tekat, tanamkan niat
Pekerjaan apapun jika dilakukan setengah-setengah dan tanpa niat, tidak akan pernah berhasil. Begitupun dengan langkah untuk berhenti merokok. Jika tidak ditanamkan niat di dalam diri untuk berhenti maka harapan tersebut hanya impian yang takkan pernah tercapai. Niat kuat, tekat bulat, maka tujuan untuk hidup sehat akan segera terwujud.

2. Tetapkan apa tujuannya
Tekat dan niat sejalan dengan apa tujuan lo untuk berhenti, tanpa tujuan yang pasti maka usaha lo untuk berhenti juga akan kandas ditengah jalan. Sebelum lo meniatkan diri untuk berhenti, lo juga harus menetapkan apa tujuan lo berhenti. Misalnya, lo pengen melakukan olahraga yang menjadi kegemaraan lo dengan lebih maksimal. Berhubung lo merokok, jadi aktivitas lo di olahraga tersebut banyak mengalami kendala. Terutama tentunya masalah fisik. Salah seorang teman gue berhasil berhenti dengan cara seperti itu dan gue juga pastinya.

3. Siapkan penggantinya
Karena selama ini rokok telah menjadi teman lo sehari-hari, maka wajar jikalau seandainya ketika lo memutuskan untuk berhenti lo akan merasakan kehilangan. Efek lainnya mungkin lo bakalan pusing, mual, atau hal sejenisnya lah (untuk lebih jelasnya cari aja artikel tentang efek negatif berhenti merokok). Nah, untuk mengatasi hal tersebut, lo harus menyiapkan penggantinya terlebih dahulu sebelum bertindak. Bisa saja dengan ngemil, main game, menambah kesibukan, lebih giat berolahraga, atau yang lainnya. Sing penting hal tersebut bisa membuat lo lupa sama yang namanya rokok.

4. Ready ? Action, now
Setelah memiliki tekat dan niat serta tujuan yang jelas, lo juga udah menyiapkan penggantinya, jadi, sekarang saatnya lo melakukannya. Jangan tunda lagi, lakukan sekarang juga ketika lo udah siap buat berhenti merokok. Kalau lo tunda-tunda, gak bakalan terwujud deh mimpi lo buat menikmati hidup tanpa rokok.

Nah gitu cara gue yang notabene seorang perokok lawas yang akhirnya bisa berhenti menghisap rokok. Terlihat simple dan lo rada-rada sulit untuk mengerti ? Itu wajar, karena gue sendiri bukan tipe orang yang mudah menjelaskan sesuatu kepada orang lain dengan bahasa yang sesederhana mungkin. Dan inilah cara yang bisa gue sampein kepada lo semuanya, semoga aja lo bisa paham dan sedikit memahami tentang apa yang gue bahas sebelumnya. Karena satu yang pasti, Nikmatnya hidup tanpa rokok.

Libero, Ini Pilihan ku

volleyball libero
Volley Ball memang sangat identik dengan olahraga ketinggian. Olahraga dimana seseorang dengan postur tubuh yang tinggi akan sangat mudah untuk menjadi pemenang. Apakah memang sesimpel itu kesimpulan untuk olahraga tim ini ? Semakin tinggi postur yang dimiliki oleh pemain maka peluang dia untuk memenangi pertarungan di udara pun akan semakin besar. Tapi sayang, kesederhanaan kesimpulan untuk bola voli itu tidaklah berlaku umum. Hanya pendapat segelintiran orang yang tidak memandang bola voli itu dari semua sisi.
Untuk menilai permainan bola voli ini, saya akan membawa kalian kembali ke dasar permainan. Dasar dari olahraga ini adalah passing, sehebat apapun kalian melakukan smash (pukulan/spike) jika lemah dari passing, maka kalian tidak akan pernah dicap sebagai seorang pemain yang hebat. Meski memang di beberapa tempat / daerah kehebatan seorang pemain dinilai dari seberapa kuat dia bisa melakukan smash. Tapi, sekuat apapun smash yang dilakukan jika berhadapan dengan seseorang yang sangat hebat dalam melakukan passing (dan dikombinasikan dengan penempatan posisi yang baik) maka hal itu kan menjadi sia-sia. Tidak akan menghasilkan poin, ingat, tujuan utama dari permainan ini adalah untuk mencari poin.
Dari pemahaman tersebut lah maka pada akhirnya aku memutuskan untuk menjadi seseorang yang ahli dalam melakukan pasing. Ya, menjadi libero adalah pilihan ku. Bukan karena postur tubuh yang membuatku memilih posisi ini. Karena banyak yang beranggapan bahwa libero itu merupakan posisi untuk pemain dengan postur tubuh pas-pasan untuk ukuran volley ball. Dengan postur 178cm, tentu aku layak untuk bersaing di posisi spiker. Apakah smash aku tidak begitu powerfull sehingga aku memilih posisi lain? atau mungkin akan ada yang mengatakan bahwa pilihan ku ini sebuah kemubaziran jika melihat postur tubuh yang aku miliki.
Aku tidak akan pernah peduli dengan apa yang orang lain katakan tentang pilihanku ini, menjadi libero merupakan keinginanku melebihi apapun. Untuk masalah postur tubuh, aku teringat sebuah ucapan dalam anime Haikyu,
Aku menjadi libero bukan karena aku pendek, meskipun tinggiku dua meter, aku akan tetap menjadi seorang libero.
Nishinoya, Libero Karasuno
Ketika memutuskan untuk menjadi seorang libero, berarti aku sudah siap untuk tidak menjadi pusat perhatian. Semua mata tentu akan selalu tertuju kepada para spiker dengan dentuman smash keras mereka. Akan selalu ada sorakan untuk setiap smash yang memberikan poin, dan aku tidak pernah berharap akan mendapatkan kondisi yang sama ketika berhasil menahan sebuah smash. Bukan, bukan tepuk tangan dari penonton yang aku tunggu, tapi sebuah kepuasan pribadi yang aku rasakan ketika berhasil menggagalkan peluang lawan untuk mendapatkan poin. Dan itu adalah alasan utama ketika aku memilih libero sebagai posisi ku.
Tugas utama dari seorang libero sudah jelas mengamankan daerah pertahanan dari serangan lawan dengan cara apapun. Semua anggota tubuh yang diizinkan untuk digunakan dalam permainan harus dikerahkan untuk menjalankan tugas tersebut. Akupun sadar dan siap untuk memikul tugas serta tanggung jawab tersebut. Secara sederhana, aku telah memantapkan prinsip, yakni :
Meski tubuh ini hancur, tidak akan ku biarkan bola menyentuh lantai.
Aquilla, Libero Pidung
Meski pada akhirnya libero menjadi pilihan, aku masih memiliki banyak kekurangan. Terlebih lagi, dibandingkan dengan semua anggota tim, dari segi pengalaman di bola voli, aku sangat jauh tertinggal dari mereka semua. Hingga saat ini aku bahkan belum pernah terjun dalam pertandingan resmi. Meski di beberapa pertandingan rekan satu tim mengajak ku untuk turun bertanding, tapi aku masih menolaknya. Bukannya aku sombong karena melakukan penolakan, tapi aku sadar dengan posisi yang aku bawa. Kehadiran sosok libero itu sangat krusial di tengah pertandingan, mengingat pengalaman serta jam terbang yang aku miliki tentu aku belum siap. Ditambah lagi dengan kemampuan, pemahaman, dan penempatan posisi yang aku rasa masih belum cukup untuk turun di sebuah pertandingan resmi.
Kembali lagi ke awal mula ketertarikan ku untuk menjadi seorang libero. Semuanya terjadi dengan begitu sederhana, bahkan jauh lebih sederhana dibandingkan ketika jatuh cinta terhadap seorang wanita. Sederhananya, awal mula ketertarikan ku untuk menjadi libero terjadi sesaat setelah aku menyaksikan cuplikan kompilasi video libero terbaik dunia, Jenia Grebennikov, di youtube. Semuanya terjadi secara spontan, begitu videonya berakhir, hasrat untuk menjadi seorang libero langsung muncul dari dalam diriku. Entah mengapa tapi itulah yang terjadi.
Melihat aksi Grabennikov di video tersebut membuat bulu kuduk ku berdiri, merinding rasanya badan ini melihat setiap aksi yang dia tunjukkan. Dari dalam diri, aku bertanya, bisakah aku melebihi kemampuan yang dia miliki ? terlalu tinggi anganku? mungkin. Atau setidaknya mampukah aku memiliki level kemampuan yang sama dengan dia ? Mengingat usiaku pada saat ini, mustahil rasanya aku bisa mengatakan iya dengan impian ku itu. Hingga aku tersadar, jika tidak bisa menyamai ataupun melebihi, setidaknya aku masih memiliki jalan untuk mendekati kemampuan dia. Sebuah keinginan yang masih tetap tersimpan di dalam diri hingga saat ini.
Terlambat
Meski ada pribahasa yang mengatakan bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar. Tapi dalam dunia olahraga, usia adalah salah satu faktor pendukung kesuksesan dan usia jugalah yang membatasi kemampuan seorang pemain. Aku pun menyadari bahwa masa edarku di dunia voli ini tidaklah lama lagi. Hanya dalam hitungan tahun aku bisa menunjukkan kemampuanku di dunia pervolian. Tapi, meskipun sebentar aku tetap berambisi meninggalkan sebuah kenangan yang manis.

Lamar Saja Dia

lamar saja dia
Blog Nuzil - Namanya Via, seoarang gadis desa yang di idolai oleh banyak pria di desanya. Bisa dibilang Via adalah bunga desa yang paling mekar di desanya. Meski di desanya banyak terdapat gadis-gadis yang cantik, tapi pesona Via tidak bisa mengalihkan sebagian besar pandangan para pemuda kepada gadis lainnya. Tidak hanya satu atau dua pemuda yang menaruh hati kepada pesona seorang Via, tapi hampir sebagian besar pemuda di desa tersebut jatuh hati kepada seorang Via.
Tidak berbeda dengan pemuda lainnya, aku yang hidup lama di perantauan pun ikut “terjebak” kedalam pesona kembang desa bernama Via itu. Awalnya aku tidak begitu menaruh hati kepada dia, bahkan meski dia sering berkunjung kerumah ku bersama temannya (kebetulan teman dia masih sepupuan sama aku) aku malah cuek dan tidak peduli dengan kehadirannya. Jangankan tergoda, sekadar menyapa pun tidak aku lakukan. Jika mengingat masa-masa itu, aku terkadang jadi heran sendiri apa yang terjadi sebenarnya pada diriku pada saat itu. Grogi, gregetan, gak peduli, atau takut ? Entahlah karena aku sendiri gak bisa menjawabnya hingga saat ini.
Oh iya, sebelum terlalu jauh melangkah ada baiknya aku memperkenalkan diriku terlebih dahulu. Nama aku Quilla, aku anak desa yang lama hidup di perantauan. Masalah usia mending jangan di bahas ya, gak enak sama yang tua-tua ntar malah merasa di ejek lagi kalau ngebahas usia (peace mas bro :-D ).
Back to the topic, awal kisah aku jatuh hati kepada si gadis bunga desa yang bernama Via ini  saat aku duduk di bangku perkuliahan. Berhubung jauhnya jarak yang memisahkan, komunikasi kami hanya bisa berlangsung melalui telepon. Selama berkomunikasi, aku dan dia tidak terdengar grogi, canggung, atau hal setipe lainnya, karena obrolan kami begitu lepas dan nyambung. You can belived it or not, pada kenyataannya saat kami bertemu di kehidupan nyata, kami justru lebih banyak diamnya dibandingkan bicaranya. Entah itu saat kami ngobrol berdua atau pun saat bersama dengan teman-teman lainnya.
Dua tahun pasca awal aku jatuh hati kepada si bunga desa bernama Via, akupun akhirnya menyelesaikan bangku perkuliahan dengan tambahan nama di belakang nama saat didaftarkan di akta kelahiran. Aku memutuskan untuk istirahat sejenak dari hiruk pikuk dunia luar dan kembali ke kampung halaman. Bukannya aku ingin menjadi sarjana pengangguran apalagi menambah besar tingkat pengangguran di Indonesia, tapi aku memilih untuk menenangkan hati dan pikiran setelah sekian tahun di dunia perkuliahan.
Dimasa inilah aku mengetahui bahwa Via bukan sekadar gadis biasa. Apakah Via bisa berubah layaknya Power Rangers ? atau dia memiliki kekuatan khusus layaknya Cat Woman ? tentu saja tidak seperti itu. Via berbeda dengan kebanyakan gadis-gadis desa lainnya yang suka berdandan menor atau make-up serba berlebihan. Via lebih terlihat sederhana dengan make-up minimalis yang mana hal itu menjadikannya idola bagi para pemuda.
Hingga pada suatu hari, saat aku berkumpul dengan teman-teman dan bercanda mengenai Via. Obrolan dan candaan kami awalnya kebanyakan bohong dan ngayalnya dibandingkan kenyataan, ya namanya juga cowok kalau lagi ngumpul ya obrolannya pasti kebanyakan ngibulnya. Pembahasan mengenai Via pun tidak terelakkan, segala imajinasi pun muncul kepermukaan dari hal-hal yang diluar akal sehat hingga hal kecil yang tidak perlu dibahas.
Entah karena bosan atau bagaimana, salah seorang teman (sebut saja namanya Satria) mengusulkan bagaimana kalau diantara kami yang menaruh hati kepada Via untuk melamar saja dia langsung. Berhubung usia kami memang sudah bisa tergolong layak untuk melakukan hal tersebut. Aku yang sedari awal memang tidak begitu update dengan info yang berhubungan dengan Via merasa kaget saat Varol melanjutkan usulan dari Satria tersebut. Varol seperti menyetujui usulan Satria itu sembari menambahkan bahwa sebelumnya sudah ada beberapa orang yang melamar si Via tapi tidak ada yang berhasil meluluhkan hati Via dan orang tuanya.
Masih dalam kondisi kaget ini, Koko menyahut ucapan Varol dengan kalimat yang tergolong setengah bercanda. “Benar juga tuh, gak beberapa lama ini sudah ada beberapa orang yang melamar dia,tapi ditolak semua. Padahal terdiri dari beberpa tipe loh, ada yang jelek, ganteng, PNS, dan penggangguran. Kalau udah kayak gitu, Via doyannya cowok yang kayak gimana ya ?.” Mendengar ucapan Koko, sontak kami berlima pun tertawa kecil dengan (mungkin) menerka seperti apa tipe cowok yang menjadi impian si Via.
Usulan lamaran langsung ini ternyata membuat Gera yang dari awal lebih banyak tertawa ikut angkat bicara.  “Jika yang jelek dan ganteng aja di tolak, gimana dengan kita ya yang mau dibilang jelek gak, di bilang tampan juga gak. Jangan-jangan gak ada lagi diantara kita yang tipenya si Via itu”.
Eits….mendengar ucapan Gera yang seolah-olah mencap tampang kami pas-pasan, Varol yang orangnya memiliki tingkat kepedean paling tinggi diantara kami tidak tinggal diam, dengan sebuah gerakan cepat dia memotong ucapan Gera. “Yang ditolak sama Via itu kan mereka yang tampangnya pas-pasan. Mau dibilang jelak, jelek banget. Mau dibilang tampan tapi gak tampan. Kalau wajahnya tampan kayak aku, pasti bakalan diterima deh lamarannya sama si Via. Aku yakin banget deh bakal jadi pasangannya Via”. Tawa kami pun meledak memenuhi ruangan setelah ucapan Varol tersebut berakhir.
Aku yang sejak kami membahas mengenai lamar saja dia langsung lebih banyak diam dan tersenyum hanya bisa berfikir dan menerawang mengenai apa yang Satria ucapkan itu. Memang ada benarnya juga apa yang Satria utarakan itu, daripada hanya bermimpi untuk menjadi pasangannya kepada tidak langsung saja aku melamar Via, toh usia kami berdua pun tidak termasuk muda untuk menuju pelaminan. Ditengah lamunan aku tersebut aku tersadar satu hal yang membuat aku tidak bisa mewujudkan hal tersebut. Bukan karena aku jelek a.k.a tidak ganteng, ataupun karena kami tidak begitu akrab dikehidupan nyata, tapi status aku yang hanya seorang pengangguran inilah yang membuat aku berfikir ulang untuk melamarnya.
Tawa kami malam itu (dan renungan aku pastinya) mengenai hal yang berhubungan dengan Via berakhir seiring dengaan berbaik hatinya PLN menghidupkan listrik kembali. Jam telah menunjukkan jam 12.00 malam, kami berlima pun serempak membubarkan diri tanpa tau apa yang ada dipikiran masing-masing mengenai sebuah kalimat pendek, lamar saja Via langsung.

Perbedaan Orang Sibuk Dan Produktif

Blog Nuzil - Pada dasarnya, orang sibuk tidaklah sama dengan orang produktif. Dan orang yang merasa produktif juga tidak sama dengan orang yang menjadi produktif. Setiap orang bisa menjadi orang sibuk dan bisa menjadi produktif. Semua itu tergantung bagaimana mereka menjalani kehidupan mereka. Dan berikut adalah perbedaan orang sibuk dan orang produktif.

1. Orang Sibuk Ingin Terlihat Seperti Mereka Mempunyai Misi - Orang Produktif Memiliki Misi Untuk Hidup Mereka
Orang sibuk adalah orang yang menyembunyikan keraguan tentang tujuan mereka dengan bertindak percaya diri dalam langkah-langkah mereka. Berbeda dengan orang produktif, mereka bertindak cukup jelas pada tujuan mereka. Bahkan ketika mereka ragu pada tujuannya, orang lain mampu melihat keraguannya.

2. Orang Sibuk Memiliki Banyak Prioritas - Orang Produktif Memiliki Beberapa Prioritas
Orang sibuk dan orang produktif
Skala Prioritas
Tidak ada yang terlalu sibuk, jika mereka peduli pada waktu mereka. Kesuksesan hidup ditentukan oleh prioritas. Jika kamu memiliki tiga prioritas, kamu akan lebih fokus menjalaninya. Namun, jika kamu memiliki 25 prioritas, bisa dipastikan hidupmu akan berantakan.
Orang-orang yang sukses menjalani bisnisnya, mereka tidak membuat produknya menjadi lebih baik, tetapi membangun sistem yang lebih baik agar produknya dapat menjadi lebih baik. Sebaliknya, orang-orang yang sibuk selalu berusaha untuk membuat produknya lebih baik tanpa mengembangkan sistem yang lebih baik untuk menciptakan produknya.

3. Orang Sibuk Mengatakan Ya Dengan Cepat - Orang Produktif Mengatakan Ya Dengan Perlahan
Mengatakan ya memang kedengarannya cukup mudah bagi sebagian orang. Namun jika semua hal yang ditawarkan padamu selalu kamu sanggupi, kamu akan menjadi orang yang super sibuk dan yang terjadi kamu tidak akan bisa menepati semuanya. Dengan begitu orang-orang akan kehilangan kepercayaan terhadapmu.
Berbeda dengan orang produktif, sebelum mereka menyanggupi hal-hal yang ditawarkan padanya, mereka bertanya dulu pada diri sendiri; apakah aku sanggup menerima hal itu? Apakah tawaran itu nanti bisa membuat waktuku menjadi berantakan? Setelah itu baru mereka memilih antar ya dan tidak.

4. Orang Sibuk Fokus Pada Tindakan - Orang Produktif Fokus Pada Kejelasan Sebelum Bertindak
Agar kamu bisa fokus pada tindakan yang ingin kamu lakukan. Kamu harus mendapat kejelasan dari tindakan yang ingin kamu lakukan. Sumber daya terbesar yang pernah memandumu dalam menjalani kehidupanmu adalah pengalaman pribadimu. Jadi jika kamu lebih fokus pada kejelasan sebelum mengambil tindakan, cara kerjamu akan menjadi lebih efektif.

5. Orang Sibuk Menjaga Semua Pintu Terbuka - Orang Produktif Menutup Pintu
Ketika kamu masih muda, melakukan banyak hal sangatlah baik agar memiliki banyak pengalaman. Belajar bahasa, belajar teknologi, pergi ke kampus, dan berbagai hal lain yang perlu untuk dipelajari. Namun pada titik tertentu, ada saatnya kamu harus melepas sebagian pilihan agar kamu bisa lebih fokus menjalani kehidupanmu. Jika tujuan kamu di tahun ini bisa menguasai pemograman web misalnya, setidaknya setahun kemudian kamu sudah harus bisa membuat sebuah website.

6. Orang Sibuk Berbicara Tentang Kesibukan Mereka - Orang Produktif Membiarkan Hasil Mereka Yang Berbicara
Ini adalah sesuatu yang harus kamu pahami. Orang sibuk selalu membicarakan kesibukan mereka seolah-olah mereka tidak ingin di ganggu. Hal itu karena mereka dituntut untuk memproduksi sesuatu. Sedangkan orang produktif tidak pernah membicarakan kesibukan mereka, mereka membiarkan hasil mereka yang berbicara.
Sebagai orang bijak tentunya tidak akan menanyakan apa yang sedang orang sibuk lakukan, tetapi bertanya tentang apa yang sudah mereka ciptakan. Hasil kinerja masa lalu adalah satu-satunya indikator yang baik dari kinerja masa depan.
Merasa produktif tidak sama dengan menjadi produktif. Ini Penting, sebagai contoh saya pribadi; aku merasa produktif jika bisa membuat postingan ini dan aku akan menjadi produktif jika postingan ini dapat membatu orang lain menjadi lebih baik.

7. Orang Sibuk Berbicara Tentang Betapa Sedikit Waktu Yang Mereka Miliki - Orang Produktif Membuat Waktu Untuk Sesuatu Yang Penting
Setiap waktu yang kita habiskan untuk beralasan tentunya tidak dihabiskan untuk menciptakan sesuatu. Jika kamu membiarkan dirimu untuk membuat alasan, kamu hanya akan pandai beralasan dengan lebih sempurna. Orang produktif tidak menggunakan waktu sebagai alasan, mereka memahami apakah tindakan yang mereka lakukan bisa efektif untuk mendukung nilai-nilai dan tujuan mereka. Jika tidak mereka tidak akan melakukannya, bahkan jika mereka tidak bekerja seharipun.
Lebih baik melakukan sesuatu dari pada tidak melakukan apa-apa memang kelihatannya baik. Namun yang terbaik, lakukanlah sesuatu yang berhubungan dengan nilai-nilai tertinggimu. Jika tidak bukankah lebih baik kamu diam?

8. Orang Sibuk Banyak Hal Yang Dilakukan - Orang Produktif Fokus Pada Beberapa Hal
Orang-orang produktif memahami pentingnya fokus pada tujuan mereka. Apakah kamu pernah mengetahui teknik pomodoro?. Teknik ini mungkin terlihat brutal bagi yang belum terbiasa, namun sangatlah efektif.

9. Orang Sibuk Merespon Dengan Cepat Semua Notification - Orang Produktif Mengambil Waktu Mereka
Saat ini banyak sekali notification atau pemberitahuan yang muncul dari berbagai aplikasi seperti; jejaringan sosial, website, email dan lain-lain. Notification adalah prioritas orang lain, dan bukanlah milikmu. Jika kamu menanggapi semuanya, kamu hanya akan menjadi orang yang selalu memprioritaskan orang lain tanpa berfikir untuk waktumu sendiri.

10. Orang Sibuk Ingin Orang Lain Menjadi Sibuk - Orang Produktif Ingin Orang Lain Menjadi Efektif
Kebanyakan dalam dunia kerja di Indonesia, seorang manajer atau bos mengukur kerja anak buahnya dengan aktivitas. Berbeda dengan manager yang produktif, tolak ukur mereka adalah hasil dari pekerjaan tersebut. Manager sibuk, tidak membiarkan anak buahnya santai, memiliki banyak waktu dan tidak mempedulikan apakah anak buahnya menikmati pekerjaan atau tidak. Manager produktif suka melihat orang lain menikmati pekerjaan mereka, suka menciptakan lingkungan di mana orang lain bisa menjadi unggul.
Orang-orang yang sibuk, mereka ingin dihargai usaha mereka bukan untuk hasil mereka. Setiap orang memiliki hak untuk menikmati pekerjaan mereka, bukan hak untuk menikmati mobil, rumah, uang yang berasal dari pekerjaan yang baik. Produktivitas adalah tentang menghargai perjalanan menuju keunggulan, bukan setiap aktivitas pada pekerjaan tersebut.

11. Orang Sibuk Berbicara Tentang Bagaimana Mereka Akan Berubah - Orang Produktif Membuat Perubahan Itu
Orang yang produktif tidak menghabiskan waktu untuk berbicara tentang apa yang akan dia lakukan, tetapi berbicara tentang apa yang sudah mereka lakukan, apa yang telah dipelajari dan apa yang telah menjadi inspirasinya.
Jika kamu ingin menjadi orang produktif, jangan banyak habiskan waktumu untuk membicarakan sesuatu yang akan kamu lakukan. Sebaiknya dedikasikan waktumu untuk menciptakan langkah pertama. Apakah yang kamu lakukan sekarang memerlukan persetujuan orang lain? Apakah yang dapat kamu lakukan dengan sumber daya, pengetahuan dan dukungan yang kamu miliki sekarang? Lakukan apa menjadi keinginanmu sekarang. Sungguh menakjubkan, bagaimana dunia ini menghargai orang yang berhenti berbicara dan memulainya dengan sesegera mungkin.

Kita dilahirkan dengan potensi yang luar biasa. Jangan melepas potensimu dengan membuang-buang waktu dengan banyak bicara. Buatlah sesuatu yang menakjubkan. Ini adalah hadiah terindah dalam hidupmu yang diberikan oleh tuhan.
Back To Top