Dibalik Nama NhoeZhil

banner iklan blog
arti sebuah nama
Meski sebuah pepatah lama mengatakan “Apalah Arti Sebuah Nama” tapi pada kenyataannya setiap nama justru memiliki makna dan atau setidaknya cerita dibalik penciptaannya. Walaupun pepatah tersebut lebih banyak dimaknai oleh orang-orang berhubungan erat dengan manusia, tapi jika ditelaah lebih dalam justru pepatah tersebut bersifat lebih umum dan tidak difokuskan khusus kepada manusia saja. Kalaupun ingin mengambil contoh, tentu banyak contoh nama (selain manusia) yang bisa dijadikan patokan bahwa sebuah nama (brand bahasa pasarnya) itu memiliki arti dan beberapa diantaranya juga mengandung sejarah tersendiri.
Berdasarkan fakta yang telah dibahas singkat pada paragraf sebelumnya, maka saya pun ingin sedikit mengulas nama yang sering yang saya gunakan ketika bergaul di dunia maya “NhoeZhil”. Penulisan dan pengucapannya mungkin banyak (atau mungkin kamu sendiri yang sedang membaca artikel ini) yang menilai bahwa saya adalah seorang yang lebay atau alay karena mempersulit pengucapan serta pemborosan huruf di dalam penulisannya. Yups, benar sekali tapi sayangnya kamu terlalu cepat memberikan penilaian sebelum mengetahui latar belakang terciptanya nama NhoeZhil tersebut. Sesuai dengan apa yang telah dijelaskan di paragraf pembuka tadi bahwa setiap nama itu memiliki makna dan kisah tersendiri begitupula dengan nama digital yang telah saya pilih itu.
Dibaliknama NhoeZhil sejujurnya tidak ada petunjuk khusus sehingga harus menyatakan tokoh khayal Edogawa Conan ke kehidupan nyata untuk memecahkan teka-teki tersebut.  Daripada terlalu lama menunggu ada apa dibalik nama NhoeZhil tentu lebih baik kita tetap bersabar menanti bagaimana akhirnya cerita dari anime One Piece. Dan kamu juga tidak perlu memiliki kemampuan Emperior Eyes milik Akashi Seijoro untuk membaca gerakan jari-jariku kedepannya apakah akan memulai menari di deretan keyboard untuk menceritakan makna dibalik sebuah kata yaitu NhoeZhil.
Sebelum kamu mulai bosan dengan ocehan tidak penting dari saya, baiklah kita masuk ke pokok pembahasan yang sebenarnya (meskipun saya masih ingin mengoceh lebih banyak). Kita awali dari kenapa saya memilih “NhoeZhil” sebagai nama digital saya dan bukan nama yang lainnya yang jauh lebih keren misalnya. Keputusan saya memilih nama ini sebagai a.k.a saya di dunia maya tidak lain dan tidak bukan adalah karena nama ini di dalam pengucapannya sangat mendekati nama saya yang sebenarnya. Jadi, jika orang-orang terdekat saya yang menemukan nama ini jika mereka teliti mereka akan mengetahui bahwa orang yang memakai nama “NhoeZhil” itu adalah saya.
Lantas kenapa harus melakukan pemborosan huruf di dalam penulisannya? Mungkin ini adalah pertanyaan selanjutnya yang harus saya jelaskan jawabannya. Pemborosan huruf yang dimaksud tentu mengarah kepada keperadaan “H” setelah “N” dan “Z” yang mana meskipun tanpa keberadaan “H” pengucapannya jauh lebih mudah dan jelas.  Ingatkah kamu dengan ejaan Bahasa Indonesia yang belum disempurnakan? Dimana tulisan Jakarta pada saat itu ditulis Djakarta? Jika kamu masih ingat dengan kasus ini, maka kamu telah menemukan jawaban dari keberadaan “H” setelah “N” dan “Z”. Tujuan saya hanya ingin sedikit bernostalgia dengan cara penulisan lama meskipun saya juga tidak yakin apakah cara penulisan saya ini benar atau tidak karena tujuan saya hanya ingin sedikit mengenang gaya penulisan Bahasa Indonesia yang belum disempurnakan tersebut.
Dua latar belakang dibalik nama NhoeZhil terpilih sebagai nama digital yang saya gunakan telah dijelaskan dan sekarang saya akan memberikan penjelasan terakhir dari kata yang terdiri dari delapan huruf tersebut. Kasus terakhir ini adalah kenapa saya justru memutuskan untuk memilih “Z” dibandingkan “S” untuk melengkapi nama tersebut. Jika saya menggunakan “S” memang akan sedikit jauh melenceng dari pelafalan nama asli saya, tapi bukan karena itu saya tidak menggunakan “Shil”. Alasannya adalah karena saya tidak ingin disangkut pautkan dengan seorang perempuan yang saya akui memang mampu menaklukkan hati saya hingga tingkat terdalam. Entah kebetulan atau tidak, pelafalan namanya terdengar sangat mirip jika saya memilih menggunakan “S”. Oleh karena itulah pada akhirnya saya menggunakan “Z” yang pada kenyataannya memang terdapat didalam nama asli saya .
Meski ini bukanlah hal penting yang harus dijelaskan kepada kamu, tapi setidaknya saya telah menjelaskan ada apa dibalik nama NhoeZhil. Sehingga tidak ada lagi yang menilai bahwa saya itu orangnya alay bin lebay.
banner iklan blog
Labels: Opini

Terima kasih telah membaca artikel Dibalik Nama NhoeZhil. Semoga bermanfaat

0 Comment for "Dibalik Nama NhoeZhil"

Terimakasih telah mengunjungi Blog Nuzil.
Semoga informasi yang ada di blog ini bermanfaat.

Back To Top